TANGERANG SELATAN, 8 Juli 2026 — Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) menggelar pertemuan audiensi strategis bersama Rektor Universitas Terbuka pada Rabu (8/7). Pertemuan ini membahas pilar utama arah kebijakan organisasi, mulai dari program keberlanjutan lingkungan, inklusi disabilitas, hingga transparansi tata kelola keuangan dan penguatan kelembagaan alumni di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UT memberikan sejumlah arahan strategis untuk memastikan setiap program kerja IKA UT tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan memberikan dampak nyata (impactful) dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun almamater.
Gagas Rekor MURI Penanaman Pohon dan Pemberdayaan Ekonomi Alumni
Salah satu sorotan utama dalam pembahasan adalah program penanaman pohon strategis yang digagas IKA UT. Rektor mendorong agar aksi hijau ini dikemas secara monumental, salah satunya dengan menargetkan pencatatan rekor pada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Guna memperkuat identitas almamater, aksi penanaman ini juga akan menggunakan jenis pohon khas/simbolik UT. Tidak hanya itu, program penanaman pohon berbasis rumah/mandiri (termasuk program Tabulampot) akan terintegrasi dengan pendataan digital berbasis basis data (data base) yang akurat serta dilengkapi pakta integritas dan stimulus perawatan. Skema ini dirancang agar mampu menciptakan peluang pendapatan ekonomi (economic income) bagi para alumni, di mana sekitar 93% di antaranya berada pada segmen ekonomi menengah ke bawah.
Kemandirian Usaha dan Penguatan Tata Kelola Dana Abadi
Mengenai keberlanjutan organisasi, Rektor menekankan pentingnya IKA UT mendirikan badan usaha atau perusahaan mandiri agar tidak bergantung pada pendanaan alumni secara personal.
Di sisi lain, pengelolaan Dana Abadi mendapat perhatian khusus. Rektor menginstruksikan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penyusunan Juklak/Juknis tata kelola keuangan yang ketat guna menghindari potensi konflik. IKA UT disarankan menerapkan skema sentralisasi keuangan dan desentralisasi kegiatan, serta menggelar Rakernas khusus anggaran guna menentukan batas maksimal anggaran di setiap wilayah secara proporsional dan terukur.
Mitigasi Tata Kelola Organisasi dan Inklusi Disabilitas
Terkait dinamika kelembagaan di daerah, Rektor menginstruksikan Pengurus Pusat IKA UT untuk memperketat tata kelola sesuai AD/ART, termasuk memberlakukan proses screening dan wawancara bagi calon pimpinan wilayah. Langkah mitigasi ini penting agar IKA UT tumbuh menjadi wadah inklusif yang dirasakan kepemilikannya oleh seluruh alumni di daerah.
Sementara itu, dalam merespons isu disabilitas bersama Komisi Nasional Disabilitas, Rektor mengingatkan pentingnya pendekatan empati yang mendalam untuk memahami serta meruntuhkan hambatan mental (mental block) bagi para penyandang disabilitas.
Komitmen Pengurus Pusat IKA UT
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP IKA UT menegaskan bahwa seluruh masukan Rektor akan langsung ditindaklanjuti secara teknis. Khusus program penanaman pohon, IKA UT siap menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga guna memastikan ketersediaan bibit dan kelancaran operasional di lapangan.
Melalui sinergi ini, IKA UT optimistis mampu mentransformasi program alumni menjadi gerakan nasional yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan alumni serta kelestarian lingkungan.